Tips Cara Budidaya Burung Merpati Dengan Mudah

Kali ini kita akan membicarakan  Cara Budidaya Burung Merpati, Burung merpati merupakan burung yang seringkali terbang bebas di angkasa. Burung ini dapat dipelihara dalam sangkar terbuka yang bebas. Pasalnya, setelah terbang bebas burung yang ini akan kembali ke rumah atau ke kandang dengan sendirinya.

Perawatan burung ini juga sangat mudah untuk dilakukan bahkan saat ini beberapa orang ada yang membudidayakan burung merpati. Nah untuk cara budidaya burung merpati ini relatif mudah apalagi jika digunakan untuk usaha, budidaya merpati ini sangat menguntungkan.

Manfaat Dan Cara Budidaya Burung Merpati

Burung merpati yang banyak dibudidayakan di Indonesia ini memiliki berbagai manfaat terutama bagi manusia dan lingkungan.Maka tak heran, jika banyak orang membudidayakan burung merpati. Berikut manfaat burung merpati:

  • Sebagai hewan peliharaan
  • Kotorannya bisa digunakan sebagai pupuk. Pasalnya, kotoran burung merpati dikatakan memiliki kualitas yang baik dibandingkan dengan kotoran lainnya.
  • Sebagai pengirim pesan atau surat pada zaman dahulu, karena burung merpati terkenal dengan kecerdasannya.

Kandungan dan Manfaat Merpati jika Dikonsumsi

Daging merpati sendiri memiliki rasa yang gurih dan enak, dimana pada daging merpati terdapat kandungan protein yang tinggi. Daging merpati sangat baik jika dikonsumsi karena sangat bermanfaat bagi tubuh dalam menjaga kesehatan organ tubuh dan darah, seperti:

  • Membantu mengoptimalkan fungsi hati dan ginjal
  • Membantu menurunkan tekanan darah
  • Membantu meningkatkan daya ingat
  • Membantu mengatur kadar gula darah
  • Membantu meningkatkan kecerdasan otak dan banyak lagi.
Baca Juga:   Cara Memilih Merpati Pos Yang Baik dan Cerdas

Bagaimana Langkah-langkah Budidaya Burung Merpati?

1. Siapkan Kandang Burung

Hal pertama yang harus Anda lakukan yaitu adalah mempersiapkan kandang burung. Hal itu dilakukan agar merpati lebih mudah untuk dikembangbiakkan. Bagaimanapun juga, Anda juga harus memperhatikan desain kandang yang akan dibuat.

Anda bisa membuat kandang burung merpati dengan desain dan detail sebagai berikut:

  • Memiliki ukuran yang cukup besar, karena burung merpati suka hidup berkelompok dalam satu kandang. Idealnya panjang 50 cm, lebar 40 cm dan tinggi 35 cm.
  • Untuk desain atau bentuk kandang bisa dibuat seperti kandang ayam.
  • Bahan kandang yang digunakan bisa dari kayu atau baja ringan. Di bagian sisinyabisa menggunakan jaring dan papan besi.
  • Usahakan membuat kandang burung merpati menghadap ke timur, agar kandang bisa mendapat sinar matahari dipagi hari.

2. Mempersiapkan Proses Pembibitan

Dalam budidaya burung merpati balap perlu untuk mempersiapkan bibit unggul.Anda harus memilih indukan jantan dan betina yang berkualitas, produktif dan mampu menghasilkan keturunan dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Induk merpati balap atau merpati pos harus gesit, sehat, dan besar.
  • Berusia 7 bulan ke atas.
  • Induk harus memiliki bulu yang bagus dan memiliki ketangkasan yang kuat.

3. Menjaga Sanitasi Lingkungan Sekitar Kandang

Agar peternakan merpati berjalan dengan lancar dan menghasilkan anakan yang baik, Anda juga harus memperhatikan kebersihan serta menjaga sanitasi lingkungan kandang dan sekitarnya. Pasalnya, kandang yang kotor bisa mendatangkan berbagai penyakit.

Oleh karena itu, sediakan alas agar kotoran yang ada di dalam kandang dapat dibersihkan dengan mudah. Kandang juga harus sering terkena sinar matahari, untuk menjaganya tetap kering dan menjaga kelembaban.

4. Melakukan Perkawinan Merpati

Pada langkah ini, Anda bisa meletakkan dua merpati yaitu betina dan jantan dalam satu kandang. Jika mereka berdua menunjukkan tanda-tanda kedekatan, maka selanjutnya Anda bisa melakukan proses perkawinan burung tersebut.

Baca Juga:   7 Cara Membedakan Merpati Jantan dan Merpati Betina

Dalam proses perkawinan biasanya dilakukan pada malam hari, setelah itu pada siang hari keduanya dijemur dan dimasukkan kembali ke dalam kandang agar pada malam hari bisa kawin lagi.Biasanya proses perkawinan merpati dilakukan selama 2-3 hari.Jika perkawinan berhasil maka merpati betina akan memberikan tanda-tanda akan bertelur. Tidak hanya itu, suksesnya perkawinan  juga bisa dilihat dari kesuburan induk betina

5. Penetasan dan Pengeraman Telur Merpati

Burung merpati  biasanya akan menghasilkan sebanyak 2 butir telur.  Telur tersebut nantnya harus ditempatkan di kandang untuk proses pengeraman oleh induknya. Pada proses pengeraman, biasanya membutuhkan waktu 19-22 hari. Agar telur aman, sebaiknya siapkan jerami kering di dalam kandang. Pada proses penetasan, Anda juga harus memperhatikan suhu dan kelembapan kandang.

6. Memberi Makan

Cara budidaya burung merpati yang selanjutnya adalah dengan memberi makan indukan serta anakannya. Burung merpati biasakan diberi pakan berupa pelet dalam waktu 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari.Selain pelet, merpati juga bisa diberi pakan berupa kacang tanah atau kacang hijau.Untuk memberi asupan kalsium dan mineral, merpati juga bisa diberi pakan berupa grit. Grit adalah makanan merpati yang dibuat dengan campuran bata merah tumbuk, arang dan grit putih.

7. Pemeliharaan Piyik

Setelah telur merpati menetas, Anda juga harus melakukan pemeliharaanpada piyik atau anak merpati. Anak merpati yang baru menetas biasanya dibiarkan bersama induknya. Nah, setelah 1 bulanpiyik sudah bisa dipisahkan. Piyik bisadberi makan sesuai ukuran dan kebutuhan. Jika piyiknya sudah besar dan berumur sekitar 7-9 bulan, maka piyik bisa dijual atau dikonsumsi.

Itulah beberapa cara budidaya burung merpati kolong, semoga Anda bisa terapkan cara-cara tersebut di rumah sebagai usaha sampingan yang menguntungkan.

Give a Comment