Sejarah Merpati Kolong Indonesia

Sejarah Merpati Kolong Indonesia – Dalam dunia merpati kolongan di bagi menjadi 2 versi, yaitu merpati kolong bebas dan kolong meja. kolong bebas sendiri dimana terdapat sebuah lapak dan tiang tinggi 8m di pasang bendera dan burung masuk melewati kotak tali bendera tersebut. berbeda dengan kolong meja ialah adanya meja yang menjadi tempat mendarat burung, burung yang mampu turun tepat di mejalah yang menjadi pemenang.

Kini merpati kolong atau merpati tinggian menjadi salah satu hoby yang banyak di gemari dan mejadi tren karena lombanya yang hadiahnya sangat menggiurkan. Dalam sekali lomba merpati kolong hadiahnya bisa sampai puluhan juta, belum lagi jika lomba itu terbilang event nasional, hadiah nya bisa mencapai ratusan juta hingga mobil baru.

 

Asal Usul Lomba Merpati Kolong

Sejarah Merpati Kolong Indonesia
Sejarah Merpati Kolong Indonesia

Para pecinta merpati kolong pasti tidak asing lagi dengan empat tiang yang ditautkan tali bagian atasnya hingga membentuk bujur sangkar. Siapa yang menyangka Pria yang bernama Wahyudin Noor Aly adalah orang yang menemukan konsep perlombaan ini. Menurutnya rancangan lomba ini ia mulai sekitar tahun 1980-an, awalnya tidak banyak pemain yang tertarik dengan konsep ini. Tetapi dengan berjalannya waktu beliau menemukan konsep yang lebih baik lagi.

Konsepnya bermula dari lomba merpati tinggian, dimana juri lomba kesusahan dalam memastikan finishnya.” Jadi arena kotak itu jadi media buat mendarat, sedangkan finishnya merupakan kolong tali di bagian atas tiang,” jelasnya.

Bersamaan berjalannya waktu, ketentuan serta turut berganti.” Tetapi saat ini telah berganti, jika dahulu wajib terdapat tempat di atas tiang buat juri memperhitungkan siapa yang duluan masuk kolong, jika saat ini evaluasi lumayan dikala merpati nempel tanah,” terangnya.

Tali yang berhubungan antar tiang tersebut dimaksudkan buat menampilkan kalau merpati terbang tinggi serta menukik melewati kolong tersebut.” Merpati betina yang dipegang owner terletak di dalam kotak arena itu, jadi merpati jantan hendak menukik dari atas serta wajib melewati kolong, jika tidak yaa gugur,” jelas Goyud.

Baca Juga:   Cara Memilih Merpati Kolong Meja Kualitas Juara

Sampai saat ini, konsep lapangan perlombaan yang dikenalkan Goyud telah dipakai di bermacam wilayah di Indonesia.” Alhamdulillah, aku amati di luar Jawa pula mengenakan golongan serta kolong semacam itu,” tuturnya yang pula Pimpinan MPC PP Brebes.

Walaupun konsep rancangan dini dia temukan, serta telah dipakai oleh seluruh pecinta merpati balap di segala Indonesia, tetapi Wahyudin mengaku belum mempatenkan temuannya tersebut.

Give a Comment